Sabtu, 20 Oktober 2018

Ilmu Sosial Dasar (Tugas 1)


I.              Ilmu Sosial Dasar

Pengertian
Untuk menjawab dan memecahkan berbagai persoalan yang ada dalam kehidupan maka lahirlah berbagai macam ilmu pengetahuan. Berdasarkan sumber ilmu filsafat yang di anggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan di kelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu :
a.    Ilmu-ilmu Alamiah (natural science). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas.
b.     Ilmu-ilmu sosial (social science). ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Pengetahuan budaya (the humanities) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
c.      Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari/menelaah tentang masalah-masalah sosial di dalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah manusia .
Maka dari itu pelajaran ilmu sosial dasar diberikan kepada mahasiswa sebagai suatu bahan program studi atau mata kuliah umum. Mata kuliah umum sosial dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya .
Tujuan
Tujuan Ilmu Sosial Dasar
a)     Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan social dapat dipertajam.
b)     Tujuan khusus:
·      Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-maslah sosial yang ada dalam masyarakat.
·   Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
·     Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya).
·       Memahami jalan pikiran para ahli dalalm bidang ilmu pengetahuan lalin dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalalm rangka penanggulangan maslah sosial yang timbul dalam masyarakat.

Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Ilmu sosial dasar mencakup masalah-masalah sosial yang timbul didalam sebuah masyarakat. Untuk menelaah masalah-masalah sosial tersebut hendaknya terlebih dahulu dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tersebut. Sehingga ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas tiga golongan besar yaitu :
a)  Kenyataan-kenyataan sosial yang ada didalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
b)  Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas pada ilmu sosial.
c)  Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan satu sama lain.

Ilmu sosial dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok pembahasan. Dari kedelapan pokok pembahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
a) Berbagai masalah kependudukan dalam hubunganya dengan pengembangan masyarakat dan kebudayaan.

b)     Masalah Individu, keluarga dan masyarakat.
c)      Masalah pemuda dan sosialisasi
d)     Masalah hubungan antara Warga Negara dan Negara
e)      Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
f)       Masalah masyarakat perkotaan dan masalah pedesaan.
g)      Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
h)      Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan keserjahteraan masyarakat.

II.       Penduduk, Masyarakat, Kebudayaan & Kepribadian, dan Kebudayaan Barat

Penduduk

Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan salingberinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalamsosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
a)     Orang yang tinggal di daerah tersebut
b)     Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.

Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal didaerah lain. Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Pertambahan Penduduk di Indonesia Penduduk dunia saat ini telah mencapai lebih dari 6 miliar, dimana di antara jumlah tersebut, 80 persen tinggal di negara-negara berkembang. Sementara itu, United Nations (2001) memproyeksikan bahwa penduduk perkotaan di negara-negara berkembang terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 2,4 persen per tahun. Angka ini merupakan dua kali lipat angka pertumbuhan penduduk total negara-negara berkembang pada umumnya, yakni sekitar 1,2 persen. Meski penduduk perkotaan di negara-negara maju juga meningkat dengan angka pertumbuhan yang lebih besar daripada angka pertumbuhan penduduk totalnya, dan juga angka urbanisasinya jauh lebih besar daripada negara-negara berkembang, pertumbuhan perkotaan di negara-negara berkembang tetap lebih cepat disertai dengan meningkatnya penduduk perkotaan secara absolut. 
Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa jumlah penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai lebih dari 85 juta jiwa, dengan laju kenaikan sebesar 4,40 persen per tahun selama kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira hampir 42 persen dari total jumlah penduduk. Hal ini tentu saja berdampak sangat luas pada upaya perencanaan dan pengelolaan pembangunan wilayah perkotaan. Meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan dapat berarti bahwa penduduk berbondong-bondong pindah dari perdesaan ke perkotaan, atau dengan kata lain penduduk melakukan urbanisasi. Secara demografis sumber pertumbuhan penduduk perkotaan.

- Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" juga berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya,pengertian masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.

Dari definisi diatas masyarakat adalah sebuah komunitas yang saling tergantung satu sama lain (interdependen). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, yaitu :
a)     masyarakat band,
b)     suku, chiefdom,
c)     dan masyarakat negara.

- Kebudayaan & Kepribadian
Kebudayaan berasal dari kata budhi-budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsur jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.

Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dalam. perilaku dan kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya.

- Kebudayaan Barat
Bangsa Indonesia dalam mengikuti arus globalisasi terkadang dapat melunturkan jati diri bangsa yang begitu kental dengan kesopanan dan budaya timur. Dimata dunia Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung adab ketimuran yang sangat baik. Tapi bangsa Indonesia tidak menutup diri bagi budaya asing yang ingin masuk ke Indonesia tanpa melunturkan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia. Karena terkadang globalisasi dapat menjadikan bangsa semakin kreatif tanpa meninggalkan adab bangsanya.


Kebudayaan asing yang masuk akibat era globalisasi (perluasan cara-cara sosial antar benua), ke Indonedia turut mengubah perilaku dan kebudayaan Indonesia, baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke barat-baratan (westernisasi).


III.    III. Pertumbuhan Individu, Fungsi Keluarga, dan Hubungan Individu, Keluarga & Masyarakat

·         Pertumbuhan Individu
a)     Pengertian Individu
"Individu" berasal dari kata latin. "Individuum" artinya "yang tak terbagi". Jadi, merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.

b)    Pengertian Pertumbuhan
Walaupun terdapatnya perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.

Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Maksud proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.

Lain halnya dengan pendapat dari aliran psikologis Gestalt tentang pertumbuhan. Menurut para ahli dan aliran ini bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan, sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain.

·             ·          Fungsi Keluarga
a)     Pengertian Fungsi Keluarga
Keluarga adalah unit / satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.Kelompok ini, dalam hubungannya dengan perkembangan individu sering dikenal dengan sebutan primary group.Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat.

b)    Menyebutkan Macam-Macam Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu. Fungsi dalam keluarga dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis:
1)     Fungsi Biologis
Dengan fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya, karena setiap manusia pada hakikatnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan kehidupan keturunannya melalui perkawinan.

2)      Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar tiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan udara, penyakit, dan bahaya. Bila fungsi ini telah dijalankan dengan sebaik-baiknya, maka tentu akan membantu terpeliharanya keamanan dalam masyarakat.

3)     Fungsi Ekonomi
Dalam usahanya menyelenggarakan kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, dan papan, maka orang tua diwajibkan untuk bekerja keras agar tiap anggota keluarga dapat tercukupi kebutuhan pokoknya itu. 

4)     Fungsi Keagamaan
Dengan berpedoman pada Pancasila (menghayati, mendalami, dan mengamalkan), keluarga  diwajibkan untuk menjalani serta mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam     pelakunya sebagai manusia yang takwa kepad Tuhan YME.

5)     Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini, keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya dengan bekal nilai dan sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila telah dewasa. Dengan demikian terjadilah apa yang disebut dengan istilah sosialisasi.

·        ·          Hubungan Individu, Keluarga & Masyarakat
Dalam arti yang luas, masyarakat dimaksud keseluruhuan hubungan dalam hidup bersama tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa, dan sebagainya, atau dengan kata lain: kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Sedangkan dalam arti sempit, masyarakat merupakan sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, seperti teritorial, bangsa, golongan, dan sebagainya.

Dari definisi-definisi masyarakat tersebut di atas, maka dapat di ambil kesimpulan, bahwa masyarakat mempunyai syarat sebagai berikut :
a.       Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak. Bukan pengumpulan binatang 
b.      Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu
c.      Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama
d.      Hal ini disebabkan manusia sejak lahir mempunyai 2 hasrat / keinginan, yaitu :
             a)     Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (yaitu masyarakat), ilmu social
             b)     Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana sekelilingnya
       e.       Menurut Ellwood, faktor-faktor yang menyebabkan manusia hidup bersama, adalah :
              a)     Dorongan untuk mencari makan
              b)     Dorongan untuk mempertahankan diri
              c)     Dorongan untuk melangsungkan jenis

      Jadi masyarakat itu dibentuk oleh individu-individu yang beradab dalam keadaan sadar.Individu-individu yang hilang ingatan, individu-individu yang fikirannya rusak, individu-individu type bertapa tidak dapat menjadi anggota masyarakat yang permanen, melainkan hanyalah kepada mereka yang benar-benar saling mengikatkan dirinya dengan individu-individu lainnya.

        IV. Internalisasi Belajar, Pemuda & Identitas, dan Perguruan & Pendidikan

·        Internalisasi Belajar
Internalisasi lebih mengarah pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut. Belajar lebih mengarah pada proses pembelajaran tingkah laku, yang sebelumnya tidak dimiliki sekarang telah dimiliki akibat proses pembelajaran tersebut. Sedangkan Spesialisasi lebih mengarah pada kekhususan yang telah dimiliki oleh seorang individu.

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, kita pasti selalu bersosialisasi terhadap individu lain dimanapun kita berada. Perbedaan antar karakter menjadi identitas diri individu masing-masing. Perilaku setiap individu pun berbeda-beda, karena dari itu membuat individu lain mengambil suatu tindakan yang berbeda-beda.

Tindakan-tindakan yang diambil oleh masing-masing individu bisa dibagi menjadi dua yaitu tindakan positif dan negatif. Tindakan positif akan diambil jika antar individu saling mengharagai adanya norma-norma yang berlaku. Kalau tindakan negatif, akan diambil jika antar individu tidak mengutamakan norma-norma yang ada, seperti saling egois, berbeda pendapat, merasa derajatnya lebih tinggi dari individu lain, dan sebagainya.

·        Pemuda & Identitas
Pemuda adalah sekolompok orang yang mempunyai semangat dan sedang dalam tahap pencarian jati diri. Pemuda juga merupakan generasi penerus bangsa. Beberapa orang mengatakan, pemuda tidak dilihat dari usianya melainkan dari semangatnya. Maju mundurnya suatu bangsa tidak lepas dari peranan para pemuda. Karena kalau bukan para pemuda pemuda, siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan bangsa kita kedepannya.

Sedangkan identitas atau jati diri (kepribadian) adalah sikap atau sifat yang ada dalam diri seseorang. Pada saat usia masih mudalah biasanya orang mulai melakukan pencarian jati diri atau mengenali identitas dirinya. Siapa dia dan bagaimana dia.

·        Perguruan & Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar  dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ilmu di bidang keinginannya masing – masing agar bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Sedangkan perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi disebut Mahasiswa sedangkan tenaga pendidikan perguruan tinggi disebut dosen. disinilah seseorang dapat mengembangkan lebih dalam lagi ilmu – ilmu yang telah didapat dari pendidikan sebelumnya (SD,SMP,SMA), yang akan berpeluang besar menggantikan generasi sebelumnya, dan dapat memajukan bangsa dan negaranya.

Pengertian Perguruan Tinggi, pemahaman kita dan kemampuan belajar yang lebih tinggi dalam usia dewasa, setelah mengumpulkan sejumlah tahun keterampilan dan pengalaman profesional. Ada alasan sederhana untuk itu. Pada remaja, ketika kami memutuskan untuk melanjutkan pendidikan, kami tidak memiliki kapasitas dan kedewasaan untuk mengerti bagaimana kita akan menggunakan dan menerapkan pengetahuan yang kita sedang terkena.
  

   



Minggu, 01 Juli 2018

Masker Wajah Alami (Ilmu Budaya Dasar) - Tulisan 8

Cara membuat masker wajah dari bahan-bahan pilihan dapat dilakukan sendiri di rumah. Simak yuk reviewnya!


Cara Membuat Masker Wajah Alami Untuk Perawatan Kulit Wajah

1. Campurkan Alpukat Dengan Madu

grosir masker wajah alami
Alpukat merupakan salah satu buah yang paling tepat untuk menangani berbagai masalah kulit, sehingga tidak diragukan lagi kalau dimasukkan ke dalam daftar bahan pembuat masker.
Namun, untuk mengaplikasikannya ke wajah dalam berbetuk pasta, maka alpukat harus dihancurkan terlebih dahulu.
Caranya, ambil lima sendok makan alpukat dan hancurkan hingga halus, kemudian tuang 2,5 sendok makan madu dan campur semuanya sampai rata.
Masukkan bahan yang sudah jadi ke dalam lemari es supaya dingin.
Setelah dua jam, keluarkan bahan masker tersebut dan siap digunakan.

2. Strawgurt (Strawberry + Yogurt)

masker wajah alami agar putih bersih
Sudah pernah mencoba membuat masker dari strawberry dan yogurt? Jika belum, maka kamu wajib mencobanya.
Kedua bahan tersebut ternyata tidak hanya bisa dimakan saja lho!
Tetapi terbukti ampuh untuk membantu menghilangkan jerawat pada wajah.
Caranya tidak jauh berbeda dengan nomor pertama, yakni 3 buah strawberry harus dicuci hingga bersih terlebih dahulu lalu diblender dengan menambahkan 50 ml yogurt.
Jika sudah tercampur, maka masker muka tersebut langsung siap dioleskan.
Strawberry cocok bagi jenis kulit apa pun dan tidak akan menimbulkan efek samping.

3. Pala, Kunyit, Dan Madu

masker wajah alami agar awet muda
Buat kamu yang punya tipe kulit sensitif terhadap bahan atau produk kecantikan, maka tidak ada salahnya melakukan perawatan menggunakan masker alami dari pala dan madu.
Meski pala jarang disebutkan dalam sebuah tips kecantikan, tetapi kandungan antioksidan di dalamnya bisa dimanfaatkan untuk melindungi kulit dari jerawat dan menghilangkan sel kulit mati.
Agar dapat dijadikan masker, kamu bisa mencampur madu dengan serbuk kunyit dan pala.
Pertama, ambil tiga sendok madu, lalu taburi seperempat sendok teh pala, dan seperempat sendok teh kunyit.
Aduk kedua bahan tersebut hingga tercampur rata.
Aplikasikan ke wajah selama kurang lebih 15 menit dan bilas menggunakan air hangat.

4. Kuning Telur, Minyak Kelapa, Dan Sedikit Madu

masker wajah alami agar wajah glowing
Siapa bilang hanya putih telur yang bisa digunakan untuk masker?
Kuning telur pun juga bisa asalkan dicampur dengan minyak kelapa dan sedikit madu untuk mengurangi bau amisnya.
Sebab, bau amis kuning telur terkadang membuat kita tidak nyaman.
Pertama, ambil satu kuning telur, tambahkan satu sendok teh dan madu.
Aduk keduanya hingga bertekstur seperti gel.
Masukkan ketiga campuran bahan tersebut ke dalam mesin pendingin.
Usai satu jam, ambil kembali lalu oleskan ke permukaan wajah selama 20 menit.
Untuk membersihkannya, kamu harus menggunakan air hangat.
Sebab air hangat akan menghilangkan bekas minyak yang tertinggal pada wajah sehingga tidak terlalu oily.

5. Ampas Teh Dan Lidah Buaya

masker wajah alami agar wajah cerah
Kalau biasanya ampas teh tanpa campuran apa pun bisa digunakan untuk masker, sekarang penambahan lidah buaya dapat memperkaya khasiat masker ini.
Lidah buaya sendiri berfungsi sebagai penyeimbang ampah teh untuk memberikan efek tenang pada kulit dan mencegah peradangan.
Untuk membuatnya, kamu mengeluarkan ampas teh dari kantungnya.
Setelah itu campurkan dengan gel lidah buaya. Ingat, sebelum mengoleskannya pada wajah maka harus mencuci muka terlebih dulu supaya terbebas dari segala jenis kotoran.
Barulah oleskan masker ke wajah selama 15 menit dan basuh menggunakan air dingin.

6. Wajah Cerah Dengan Madu Dan Pepaya

masker wajah alami agar wajah putih
Sudah bukan rahasia umum lagi jika pepaya dan madu sering digunakan para wanita dan pria untuk mencerahkan wajah.
Hal itu dikarenakan buah pepaya sangat mudah dicari dan nutrisinya tergolong bagus untuk merawat kulit gelap.
Ditambah lagi, pembuatannya pun sangat mudah.
Kamu hanya perlu mencampur potongan pepaya dan tuangkan sedikit madu dalam mesin blender lalu jus keduanya hingga kental.
Setelah itu, tanpa perlu tambahan bahan lain, kamu sudah bisa menggunakannya sebagai masker.
Aplikasikan ke wajah selama 20 menit dan bilas dengan air hangat suam-suam kuku.
Setelah itu, kamu bisa menggunakan produk kecantikan lain untuk perawatan berkelanjutan.

7. Kayu Manis, Madu, Yogurt

masker wajah alami buatan sendiri
Masker ketujuh ini paling ampuh untuk membuat kulitmu terhindar dari jerawat dan tampak lebih awet muda.
Pasalnya nih, kayu manis dapat mencegah timbulnya bakteri yang berkumpul di kulit.
Selain itu, yogurt juga akan membantu wajahmu tetap lembab dan mengatasi masalah kusam.
Namun, sebelum diubah ke dalam bentuk masker, kayu manis harus dihaluskan dulu hingga berbentuk bubuk.
Setelah itu siapkan 3 sendok makan madu, lalu tambahkan seperempat sendok teh bubuk kayu manis dan 1 sendok makan yogurt.
Aduk semuanya hingga tercampur penuh dan langsung aplikasikan ke wajah.
Diamkan selama 20 menit agar seluruh bahan menyatu dengan kulit.
Setelah itu, bilas dengan air hangat suam-suam kuku.

8. Masker Mentimun

masker wajah alami dari buah lemon
Timun merupakan masker alami paling sederhana di antara yang lain.
Ada dua teknik penggunaan yang sering dipakai oleh kebanyakan wanita, yaitu dalam bentuk jus dan hanya potongan tipis.
Saat dijadikan jus, isi timun harus dibuang dan baru boleh diblender.
Tidak perlu menambahkan air karena kandungan mineral dalam timun sudah banyak sehingga mudah hancur.
Sementara itu, jika ingin menggunakannya secara langsung, maka hanya perlu memotongnya setipis kertas supaya bisa menempel ke kulit wajah dan mudah ditarik saat kering.
Biasakan menggunakan masker timun selama 30 menit.
Lalu saat sudah agak kering, tarik masker dan cuci wajah dengan air biasa.
Lakukan kegiatan ini sebanyak dua kali dalam sehari.

9. Bubuk Coklat Dan Susu

masker wajah alami hilangkan bekas jerawat
Bubuk coklat merupakan antioksidan yang handal dalam membersihkan kulit.
Sedangkan protein yang dimiliki susu dapat melembutkan permukaan wajah dalam waktu cepat.
Supaya jadi masker yang lembut, pertama-tama, ambil dua sendok makan bubuk coklat lalu tambahkan sedikit demi sedikit susu sapi atau kambing hingga campuran keduanya menjadi kental menggumpal.
Lalu masukkan ke dalam lemari es sebentar, lalu oleskan pada seluruh permukaan kulit wajah selama 20 menit lalu bilas menggunakan air es.
Jika kamu rutin menggunakan masker ini, maka kulit akan lebih halus dan bersih.

10. Oatmeal, Yogurt, Dan Virgin Oil

masker wajah alami dengan lidah buaya
Sebagai pengganti dadih yang sulit didapatkan, kamu bisa memanfaatkan virgin oil untuk campuran outmeal.
Pertama, campur terlebih dahulu 50 ml yogurt dengan 3 sendok makan oatmeal.
Lalu tambahkan 1 sendok makan virgin oil agar lebih creamy.
Jika sudah berbentuk pasta cair, kamu bisa membalurkannya ke seluruh wajah setiap tiga kali dalam seminggu.
Gunakan air hangat untuk menghapus masker supaya wajah tetap lembab dan kesat.
Kalau dicermati, bahan pembuat masker alami di atas tidak lepas dari madu.
Mengapa? Karena dalam dunia kecantikan, madu lebih efektif dijadikan base bagi bahan lain, sehingga saat diaplikasikan pada wajah tidak mudah jatuh.

Selain itu, madu merupakan bahan alami yang bersifat netral pada segala jenis kulit.


source : https://wajahkorea.com/masker-wajah-alami/