Sabtu, 23 November 2013

Proses Pembuatan Keputusan

  1. Pemahaman dan perumusan masalah : Manajer harus menemukan masalah apa yang sebenarnya, dan menentukan bagian-bagian mana yang harus dipecahkan dan bagian mana yang seharusnya dipecahkan.
  2. Pengumpulan dan analisa data yang relevan : Setelah masalahnya ditemukan, lalu ditentukan dan dibuatkan rumusannya untuk membuat keputusan yang tepat.
  3. Pengembangan alternatif  : Pengembangan alternatif memungkinkan menolak kecendrungan membuat keputusan yang cepat agar tercapai keputusan yang efektif.
  4. Pengevaluasian terhadap alternatif yang dipergunakan  : Menilai efektivitas dari alternatif yang dipakai, yang diukur dengan menghubungkan tujuan dan sumber daya organisasi dengan alternatif yang realistik serta menilai seberapa baik alternatif yang diambil dapat membantu pemecahan masalah.
  5. Pemilihan alternatif terbaik : Didasarkan pada informasi yang diberikan kepada manajer dan ketidaksempurnaan kebijaksanaan yang diambil oleh manajer.
  6. Implementasi keputusan : Manajer harus menetapkan anggaran, mengadakan dan meng alokasikan sumber daya yang diperlukan, serta menugaskan wewenag dan tanggung jawab pelaksana tugas, dengan mempewrhatikan resiko dan ketidakpastian terhadap keputusan yang diambil.
  7. Evaluasi atas hasil keputusan : Implementasi yang telah diambil harus selalu dimonitor terus-menerus, apakah berjalan lancar dan memberikan hasil yang diharapkan.
 Menurut G. R. Terry :
  1. Merumuskan problem yang dihadapi
  2. Menganalisa problem tersebut
  3. Menetapkan sejumlah alternatif
  4. Mengevaluasi alternatif
  5. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan
Menurut Peter Drucer :
  • Menetapkan masalah
  • Manganalisa masalah
  • Mengembangkan alternatif
  • Mengambil keputusan yang tepat
  • Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif

Keterlibatan Bawahan Dalam Pengambilan Keputusan

Konsep peran serta  dalam pengambilan keputusan  mula-mula diperkenalkan oleh French et al.(1960), ketika mengatakan bahwa peran serta menujukan suatu proses antara dua atau lebih pihak yang mempengaruhi satu terhadap yang lainnya dalam membuat rencana, kebijakan, dan keputusan. Peran serta bawahan dalam mengambil keputusan sesungguhnya lahir dari desakan kebutuhan psikologis yang mendasar pada setiap individu.

Keinginan untuk berperan serta menurut Archbold (1976) didorongkan oleh kebutuhan akan hasrat akan kekuasaan, ingin memperoleh pengakuan, dan hasrat untuk bergantung pada orang lain, tetapi juga sebaliknya tempat orang bergantung. Pentingnya peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan juga diakui oleh Alutto dan Belasco (1972), karena dengan demikian ada jaminan bahwa pemeran serta(karyawan) tetap mempunyai kontrol atas keputusan-keputusan yang diambil. Apabila pemeran serta tidak dapat mengontrolnya, maka organisasi akan mengalami kerugian, sama dengan tidak ada peran serta sama sekali.

Para menejer akan sulit untuk membuat keputusan tanpa melibatkan para bawahannya, keterlibatan ini dapat formal seperti pengguanaan kelompok dalam pembuatan keputusan; atau informal seperti permintaan akan gagasan-gagasan.

Bantuan para bawahan dapat terjadi pada setiap tahap proses pembuatan keputusan. Bermacam-macam bentuk peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan telah diperkenalkan oleh sejumlah penulis. Seprti Cotton et al. (1988) yang mencoba mengadakan penelitian terhadap berbagai karya tulis tersebut dengan mengumpulkan lebih dari 400 artikel tentang peran serta dalam pengambilan keputusan. Dimana setiap artikel itu diklasifikasikan ke dalam lima sifat peran serta, yaitu ; formal-tidak formal, langsung-tidak langsung, tingkat pengaruhnya isi dari keputusan, dan jangka waktunya singkat atau lama.  

Dari lima sifat peran serta itu dengan memperhatikan berbagai bentuk peran serta yang tersedia dalam kepustakaan, dirumuskanlah enam kombinasi bentuk peran serta, yaitu:
(1) Peran serta pengambilan keputusan dalam bidang tugas
(2) Peran serta konsultatif
(3) Peran serta jangka pendek
(4) peran serta informal
(5) Hak milik karyawan
(6) Peran serta perwakilan

Pembuatan Keputusan

Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan (Decision making) adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran. Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer). 

Defenisi-defenisi Pengambilan Keputusan Menurut Beberapa Ahli

  1. G. R. TerryPengambilan keputusan dapat didefenisikan sebagai “pemilihan alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada”.
  2. Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.
  3. P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.
  4. Harold Koontz dan Cyril O’DonnelPengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif mengenai sesuatu cara bertindak adalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak ada, jika tidak ada keputusan suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
  5. Theo HaimanInti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan cara bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat keputusan sebagai suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah.
  6. Drs. H. Malayu S.P HasibuanPengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik dari sejumlah alternative untuk melakukan aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang.
  7. Chester I. BarnardKeputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku perorangan dan dalam gambaran proses keputusan ini secara relative dan dapat dikatakan bahwa pengertian tingkah laku organisasi lebih penting dari pada kepentingan perorangan.

Fase Pengambilan Keputusan

  1. Aktivitas intelegensia ; Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak.
  2. Aktifitas desain ; Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan. Aktifitas desain meliputi :
    • menemukan cara-cara/metode
    • mengembangkan metode
    • menganalisa tindakan yang dilakukan.
  3. Aktifitas pemilihan ; Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan.

Dari tiga aktifutas tersebut diatas, dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah :
  • Mengidentifikasi masalah utama
  • Menyusun alternatif
  • Menganalisis alternatif
  • Mengambil keputusan yang terbaik
Keputusan di bagi dalam 3 tipe :
  1. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Contoh: keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.
  2. Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
  3. Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.

Manajement By Objective (MBO)

Pengertian Management By Objective

Management by objective dapat juga disebut sebagai manajemen berdasarkan sasaran. Pertama kali diperkenalkan oleh Peter Drucker dalam bukunya The Practive Of Management pada tahun 1954. Sejak itu MBO telah muncul banyak pembahasan, evaluasi dan riset. Banyak program jenis MBO telah dikembangkan, termasuk manajemen berdasarkan hasil, manajemen sasaran, perencanaan dan peninjauan kembali pekerjaan, sasaran dan pengendalian dan lain-lainnya.  

Management by objective (MBO) atau juga disebut (diterjemahkan) Manajemen Berdasarkan Sasaran, yaitu suatu cara untuk melibatkan para karyawan di dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut pekerjaan mereka. (Sondang P. Siahaan: 2004: 362).

Menurut Nanang Fattah (2009: 33) menjelaskan bahwa Management by objective (MBO) merupakan teknik manajeman yang membantu memperjelas dan menjabarkan tahapan tujuan organisasi. Lebih lanjut Nanang Fattah menjelaskan bahwa dengan Management by objective (MBO) dilakukan proses penentuan tujuan bersama antara atasan dan bawahan.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Management by objective (MBO) adalah suatu cara di dalam mencapai sasaran hasil maupun dalam merencanakan program melibatkan semua pihak (stakeholders) pada lembaga yang bersangkutan.


Management By Objective (MBO) adalah metode penilaian kinerja karyawan yang berorientasi pada pencapaian sasaran kerja. Secara umum esensi sistem MBO, terletak pada penetapan tujuan-tujuan umum oleh para manajer dan bawahan yang bekerja sama, penentuan bidang utama setiap individu yang hasilnya dirumuskan secara jelas dan bentuk sasaran yang dapat diukur dan diharapkan dan ukuran penggunaan ukuran-ukuran tersebut sebagai satuan pedoman pengoperasian satuan-satuan kerja serta penilaian msing-masing anggota.

Gagasan dasar MBO adalah bahwa merupakan proses partisipatif, secara aktif melibatkan manager dan para anggota pada setiap tingkat organisasi. Dengan pengembangan hubungan antara fungsi perencanaan dan pengawasan. MBO membantu menghilangkan atau mengatasi berbagai hambatan perencanaan.


Tahap-tahap Pelaksanaan MBO

  1. Tahap persiapan, yaitu tahap menyiapkan dokumen-dokumen serta data-data yang diperlukan.
  2. Tahap penyusunan, tahap ini menjabarkan tugas pokok dan fungsi-fungsi setiap bagian dalam organisasi, agar seluruhnya terintegrasi secara visi dan misi yang dirancangkan oleh instansi. Merumuskan keadaan sekarang untuk membantu identifikasi dan antisipasi masalah atau hambatan serta kemudahan-kemudahan.
  3. Tahap pelaksanaan, yaitu tahap dimana pelaksanaan seluruh kegiatan dan fungsi manajemen secara menyeluruh seperti pengorganisasian, pengarahan, pemberian semangat dan motivasi, koordinasi, integrasi dan sinkronisasi.
  4. Tahap pengendalian, monitor, evaluasi dan penyesuaian, pada tahap ini bertujuan agar tercapainya tujuan dan sasaran yang tertuang dalam rencana stratejik melalui kegiatan keseluruhan dalam perusahaan.

Kekuatan dan Kelemaham Manajeman By Objective

Kekuatan MBO antara lain adalah: 

  1. MBO melakukan integrasi fungsi perencanaan dan pengawasan ke dalam suatu sistem yang rasional dalam manajemen.
  2. MBO mendorong organisasi untuk menentukan tujuan dari tingkatan atas hingga tingkatan bawah dari manajemen.
  3. MBO memfokuskan pada hasil akhir dari pada niat yang baik maupun faktor personal.
  4. MBO mendorong adanya manajemen diri dan komitmen dari setiap orang melalui partisipasi pada setiap tingkatan manajemen dalam penentuan tujuan.

Hasil survei terhadap manajer, Tosy & Carroll menyatakan kekuatan Manajeman By Objective :
  1. Memungkinkan para individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.
  2. Membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer menetapkan tujuan dan sasaran.
  3. Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan.
  4. Membuat para individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi.
  5. Membuat proses evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan pada pencapaian tujuan tertentu. Ini memungkinkan para bawahan mengetahui kualitas pekerjaan mereka dalam hubungannya dengan tujuan organisasi.
Menurut Nanang Fattah ada empat kekuatan dari Manajeman By Objective yaitu:
  • Pengelolaan cenderung lebih baik karena keharusan membuat program.
  • Peranan dan fungsi struktur organisasi harus jelas.
  • Individu mengikat diri pada tugas-tugasnya (commited).
  • Pengawasan lebih efektif berkembang.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kekuatan dari Manajeman By Objective adalah:
  • MBO melakukan integrasi fungsi perencanaan dan pengawasan ke dalam suatu sistem yang rasional dalam manajemen.
  • MBO mendorong organisasi untuk menentukan tujuan dari tingkatan atas hingga tingkatan bawah dari manajemen.
  • MBO memfokuskan pada hasil akhir.
  • MBO mendorong adanya manajemen diri dan komitmen dari setiap orang melalui partisipasi pada setiap tingkatan manajemen dalam penentuan tujuan.
  • Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan.
  • Membuat para individu lebih memusatkan perhatiannya pada tugas masing-masing dan tujuan organisasi.
  • Pengawasan lebih efektif berkembang.
Kelamahan dari Manajeman By Objective adalah :
  1. Negosiasi dan pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan banyak waktu, sehingga kurang cocok bila diterapkan pada lingkungan bisnis yang sangat dinamis.
  2. Adanya kecenderungan karyawan untuk bekerja memenuhi sasarannya tanpa mempedulikan rekan sekerjanya, sehingga kerjasama tim berkurang. Ada juga yang bilang MBO hanyalah sekedar formalitas belaka, pada akhirnya yang menentukan sasaran hanyalah manajemen puncak sendiri.
Menurut hasil survei terhadap manajer, Tosy & Carroll menyatakan kelemahan Manajeman By Objective ada dua kategori kelemahan-kelemahan khas untuk organisasi yang mempunyai program MBO formal :
  1. Kelemahan-kelemahan yang melekat pada proses MBO. Ini mencakup konsumsi waktu dan usaha yang cukup besar dalam proses belajar untuk menggunakan teknik-teknik MBO serta meningkatkan banyaknya kertas kerja.
  2. Kelemahan-kelemahan dalam pengembangan dan implementasi MBO oleh berbagai fungsi.

Menurut Nanang Fattah ada empat kelemahan Manajeman By Objective :
  1. Tidak mudah menanamkan pemahaman tentang konsep-konsep dan pemberian motivasi kepada bawahan untuk mempelajari penggunaan teknik Manajeman By Objective secara tepat.
  2. Tidak mudah menentukan tujuan dengan memberikan kesempatan kepada para anggota untuk berpartisipasi.
  3. Tidak mudah menilai prestasi kerja, karena tidak setiap prestasi dapat diukur secara kuantitas.
  4. Perubahan yng diinginkan Manajeman By Objective dalam perilaku manajer kemungkinan akan menimbulkan maslah dalam proses MBO titik berat akan bergeser dari menilai menjadi membantu bawahan.

Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa kelemahan Manajeman By Objective adalah:
  1. Tidak mudah menanamkan tentang konsep-konsep dan pemberian motivasi kepada bawahan untuk mempelajari penggunaan teknik MBO secara tepat.
  2. Tidak mudah menentukan tujuan dengan memberikan kesempatan kepada para anggota untuk berpartisipasi.
  3. Tidak mudah menilai prestasi kerja, karena tidak setiap prestasi dapat diukur secara dikuantitas.
  4. Pembuatan keputusan membutuhkan waktu yang lama.
  5. Kecenderungan karyawan bekerja memenuhi sasaran tanpa memperdulikan rekan kerja.

Misi dan Tujuan Organisasi

Pengertian misi

Sebelum organisasi menentukan tujuannya, terlebih dulu menetapkan misi/maksud organisasi. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud organisasi. Sedangkan misi organisasi dadalah hal dasar yang membedakan organisasi dari oerganisasi-organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk dan pasar.

Menurut Etizoni yang mendefinisikan tujuan organisasi sebagai berikut :

  1. Suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana organisasi bermaksud untuk merealisasikan.
  2. Pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang dimana organisasi sebagai kolektifitas mencoba untuk menimbulkannya.
Ada 2 unsur penting dalam tujuan, yaitu :
  1. Hasil-hasil akhir yang diinginkan di waktu mendatang dengan nama.
  2. Usaha-usaha/kegiatan-kegiatan sekarang diarahkan.
Tujuan dapat berupa tujuan umum/khusus, tujuan akhir/tujuan antara. Tujaunn umum (tujuan strategic) secara operasional tidak dapat berfungsi sebelum dijabarkan terlebih dahulu kedalm tujuan-tujuan khusus yang lebih terperinci sesuai dengan jenjang manajemen, sehingga membentuk hirarki tujuan..


Fungsi Tujuan Organisasi
  • Pedoman bagi kehidupan, melalui penggambaran hasil-hasil di waktu yang akan datang. Fungsi tujuan memberikan arah dan pemutusan kegiatan organisasi mengenai apa yang harus dan tidak harus dilakukan.
  • Sumber legitimasi, akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya.
  • Standar pelaksanaan, bila tujuan dilaksanakan secara jelas dan dipahami, akan memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan organisasi.
  • Standar motivitas, berfungsi sebagai motivasi dan identifikasi karyawan yang penting.
  • Dasar rasional pengorganisasian, tujuan organisasi merupakan suatu dasar perancangan organisasi.

Tipe-tipe Tujuan

Klasifikasi tujuan dari penow bagi organisasi pada  umumnya dibedakan menjadi 5 tujuan menurut "sudut pandang mereka yang berkepentingan", yaitu :
  1. Tujuan kemasyarakatan (Societal Goals), berkenan dengan kelas-kelas organisasi luas yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
  2. Tujuan Keluaran (Output Goals), berkenaan dengan jenis-jenis keluaran tertentu dalam bentuk fungsi-fungsi konsumen. Contoh : barang-barang konsumen, jasa-jasa bisnis.
  3. Tujaun Sistem (System Goals), cara pelaksanaan fungsi organisasi tidak tergantung pada barang/jasa yang diproduksikan/ tijuan yang diambil.
  4. Tujuan Produk (Product Goals), berbagai karakteristik barang-barang/jasa-jasa produksi.
  5. Tujuan Turunan (Derived Goals), tujuan yang digunakan organisasi untuk meletakkan kekuasaannya dalam pencapaian tujuan lain.

Proses Penetapan Tujuan

Merupakan Usaha untuk menciptakan nilai-nilai tertentu melalui berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan organisasi. 6 unsur yang melatabelakangi penetapan tujuan organisasi adalah :
  1. Barang dan jasa yang diproduksi organisasi akan dapat memberikan berbagai manfaat, palingsedikit sama dengan harganya.
  2. Brang dan jasa dapat memuaskan kebutuhan konsumen.
  3. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi akan menghasilkan barang dan jasa dengan biaya dan kualitas bersaing.
  4. Kerja keras dan dukungan seluruh sumber dayanya, organisasi dpat beroperasi dengan baik.
  5. Pelayanan manajemen akan memberikan public image yang menguntungkan, sehingga mereka bersedia menanamkan modal dan menyumbang tenaganya untuk membantu sukses organisasi.
  6. Perusahaan mempunyai konsep diri yang dapat di komunikasikan dan ditularkan kepada para karyawan dan pemegang saham organisasi.

Faktor Waktu dan Perencanaan

Faktor waktu mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perencenaan dalam tiga hal, yaitu :

  1. Waktu sangat diperlukan untuk melaksanakan perencanaan efektif.
  2. Waktu sering diperlukan untuk melanjutkan setiap langkah perencanaan, tanpa informasi lengkap tentang variable-variable dan alternatif-alternatif, karena waktu di perlukan untuk mendapatkan data dan memperhitungkan semua kemungkinan.
  3. Jumlah waktu yang akan dicakup dalam rencana harus dipertimbangkan.
Faktor waktu lainnya yang mempengaruhi perencanaan adalah seberapa sering rencana-rencana harus ditinjau kembali dan diperbaiki. Ini tergantung pada sumber daya yang tersedia dan derajat ketetapan perencanaan manajemen.

Rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang

Rencana-rencana jangka pendek mencakup berbagai rencana dari satu hari sampai satu tahun. Rencana-rencana jangka menengah mempunyai rentangan waktu antara beberapa bulan sampai tiga tahun dan rencana-rencana jangka panjang mengikuti kegiatan selama dua tahun sampai lima tahun dengan beberapa rencana yang diproyeksikan dua puluh lima tahun atau lebih dimasa yang akan datang. Perencanaan jangka panjang berkenaan dengan perencanaan strategis. 

Kehilangan Sahabat

Kehadiranmu dulu
Tak berarti bagiku
Namun sekarang aku sadari
Kau hilang dari kehidupanku 

Kau yang dulu selalu membuatku tersenyum
Kau yang selalu membuatku tertawa
Dengan canda tawamu
Mengubah dunia dengan cerita-cerita kita 

Tapi semua telah berakhir
Kau telah pergi dari hidupku
Kembalilah kau kesisiku
Tertawalah disini bersamaku lagi

Guruku

Guruku
Engkau bagaikan cahaya
Yang menerangi jiwa
Dari gelapnya dunia

Engkau adalah pahlawanku
Semuanya kau lakukan dengan ikhlas
Engkau adalah tetes embun di pagi hari

Yang tak pernah mengharapkan balasan
Segala yang kau lakukan
Yang menyejukan hati
Hati yang ditikam kebodohan

Oh guruku jasamu takkan kulupakan
Ingin ku ucap terima kasih untuk segalanya
Guruku .... Jasamu tiada tara

Jumat, 22 November 2013

Hanya Satu

Jumlah nabi memang banyak
Begitupun jumlah para pahlawan
Namun kau hanya satu di dunia ini
Oh ibuku...
Tidak ada tangan yang setia menyuapiku,
Selain tanganmu
Tidak ada penasehat yang baik,
Selain dirimu
Ibu...
Tidak ada pemberi kasih sayang yang tulus selain dirimu
Ibu...
Tidak ada perawat yang setia merawatku
sampai saat ini, kecuali dirimu
Wahai ibuku
Engkau hanya satu di dunia ini
Bagai matahari menerangi bumi hingga akhir hayat

Perencanaan Strategik

Pengertian Manajemen Startegik

Manajemen strategi terdiri dari dari dua kata ; manajemen dan strategi. Manajemen berarti  pengaturan atau pengelolaan. Sedangankan strategi, menurut  bahasa strategi yang berasal dari bahasa Yunani strategos atau strategeus dengan kata jamak strategi.

Manajemen strategi adalah suatu proses pengambilan keputusan dan tindakan yang mengarah kepada pengembangan strategi yang efektif atau yang membantu perusahaan mencapai tujuannya. Manajemen strategis sangat berkaitan dengan keputusan startegis pula. Johanes menyatakan bahwa, Keputusan strategi adalah  berkaitan dengan definisi bisnis, produk dan pasar yang akan dilayani, fungsi yang akan dilaksanakan, dan kebijakan utama. 

Sedangkan Siagian mendefinisikan manajemen stratejik sebagai: Serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.

Pengertian yang cukup luas ini menunjukkan bahwa manajemen strategik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak ke arah yang sama pula. 

Perencanaan Strategik, dan Manjemen Strategik dalam TQM

TQM (Total Quality Management) adalah suatu pendekatan yang seharusnya dilaksanakan oleh organisasai masa kini untuk memperbaiki kualitas outputnya, menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitasnya. Maka perlu adanya Perencanaan strategic yang artinya suatu proses di mana staf penuntun organisasi menggambarkan masa depan organisasinya dan mengembangkan prosedur serta pelasanaannya untuk mencapai masa depan tersebut.
  • Dapat menggambarkan masa depan dengan jelas
  • Dapat merumuskan misi
  • Dapat membedakan misi dengan misi organisasi di atasnya
  • Dapat mengetahui customer yang penting
  • Memiliki pemimpin yang menghayati perlunya kualitas dan produktivitas
Model Perencanaan Startegis

1. Kegiatan pra-perencanaan, dimana pimpinan apat meminta koordinator TQM sebagai konsultan dan menyiapkan logistic guna mendukung perencanaan.
2. Penilaian oeganisasi, membuat rumusan kasar atas misi, vision, asas-asas penuntun dan asumsi perencanaan serta mengadakan penilaian terhadap lingkungan internal dan eksternal organisasi.
3. Misi, adalah pernyataan tentag tujuan yang relative tetap. Menjelaskan apa yang harus dikerjakan , untuk siapa dan bagaimana mengerjakannya.
4. Vision, adalah gambaran ideal tentang dimana dan bagaimana organisasi berwujud di waktu yang akan datang.
5. Asas-asas penuntun, adalah pola nilai-nilai yang perlu dianut oleh tata laku anggota organisasi.
6. Asumsi Perencanaan, adalah keyakinan yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan tentang kejadian internal dan eksternal dalam organisasi.
7. Tujuan strategic, merupakan keinginan yang hendak dicapai dalam organisasi dalam jangka panjang dan konsisten. 
8. Strategi, yaitu bagaimana tujuan strategic itu dicapai.
9. Kegiatan pendukung; menjelaskan siapa yang akan melaksanakan kegiatan dan kapan dilakukannya. 


Cinta Yang Semu

Berdebar jantung ini saat memandangmu
Tersipu malu dalam senyuman
Mata yang begitu tajam dalam tatapan
Mampu meluluhkan hati yang beku

Tersirat keinginan untuk memilikimu
Yang semakin tumbuh di dalam hati
Walau hanya aku yang merasakan
Namun angan semu ini begitu indah

Dari mana datangnya hasrat itu?
Hasrat yang selalu ingin memiliki
Dari mana datangnya cinta itu?
Cinta yang tak mungkin aku rasakan

Ingin ku pendam rasa ini
Entah sampai kapan
Ingin ku utarakan pada dewa cinta
Bahwa aku mencintaimu

Sembunyi

Tak ada yang lebih besar dan rumit
Ketika harus menyembunyikan
Rasa sayang di depan orang yang dicinta
Menyembunyikan rasa cemburu
Ketika melihat kau dengan yang lain
Menyembunyikan kesedihan pun aku pandai
Namun aku heran
Ketika aku harus menyembunyikan rasa sayangku
Semakin aku menutupinya, semakin aku rasakan
Tuhan bantu aku...
Bantu aku menghapus rasa ini
Rasa yang harusnya tidak aku rasakan
Tuhan beri aku kekuatan
Untuk menjalani hari-hariku
Beri aku kekuatan untuk terus bertahan
Terus bersabar dan tawakal dalam pendirianku
Redupkan rindu dalam hati ini
Redupkan amarah dan tahan benciku untuknya
Jangan sampai aku membencinya

Kenyataan Yang Tak Mungkin

Jujur saat ku mengenalmu
Ternyata kau tlah menunggu hatiku
Dan tak ingin menjauh darimu
Namun setelah tahu hatimu yang sebenarrnya
Ternyata aku salah jika harus mendekat
Karen aku tak ingin seperti benalu
Yang hanya bisa menempel dan menjadi
Pengganggu tenangnya sebuah pohon
Yang selalu berdiri tegak dengan rimbunnya dedaunan 

Aku tak ingin seperti itu
Yang tak pernah ingin tahu dengan situasi yang sedang orang lain rasakan
Dan tak ingin mengambil keuntungan
Dari sesuatu segala kesulitan yang sedang orang lain rasakan
Karena aku akan merasa bersalah
Jika harus melakukan itu 

Kini ku mengerti apa yang harus ku lakukan
Agar segala yang akan ku tempuh
Harus aku relakan berakhir
Agar sebuah kebahagiaan
Tak akan menjadi sebuah kesiasiaan belaka

Aku Untuk Kamu

Aku ingin menjadi bingkai
Bingkai dalam hidupmu
Aku ingin menjadi cahaya
Yang selalu menarangi gelap malammu
Aku ingin menajadi penghapus
Yang dapat menghapus memori kelammu di masa lalu
Aku ingin menjadi pensil warna
Yang dapat mewarnai hari-hari mu
Aku ingin selalu ada untukmu
Aku ingin ada disaat kau sedih
Aku ingin selalu dapat menghiburmu

Aku

Aku adalah aku
Aku bukanlah dia
Aku bukanlah kamu
Aku bukanlah orang lain 

Tersenyum untuk menutup luka
Tertawa untuk menahan nangis
Diam untuk menahan amarah
Itulah yang selalu aku lakukan 

Luka yang menguras hati
Sesuatu yang berat untuk aku tinggalkan
Namun aku harus tinggalkan semua itu
Untuk menghadapi masa depanku

Hujan

Kala itu aku termenung mamandangi langit
Mengapa langit begitu kelam malam ini?
Mengapa matahari seakan enggan muncul?
Awan biru kini berkanti menjadi kelabu
Seakan pertanda hujan akan turun sebentar lagi
Tetes air hujan turun perlahan satu demi satu
Perlahan-lahan air itu dengan derasnya
Jatuh membasahi tanah
Memberi aroma tersendiri kala hujan datang
Memberi kesejukan bagi siapa saja yang merasakan
Pepohonan yang layu pun seakan segar
Aroma reruputan pun berbaur menjadi satu
Bersama dengan datangnya hujan
Tetes air hujan kini terlihat jelas di kaca
Membuat embun di setiap kaca jendela

Sudut Kenangan

Tahun telah berlalu
Ingatanku masih tertinggal disana
Disudut kenangan kita melangkah bersama
Menggapai bahagia dan merasai asa 

Tahun telah berlalu
Kau yang selalu aku rindu
Kau selalu ada disisiku
Menemani aku dalam setiap sedihku 

Tahun telah beralali
Kini kudapati lagi dirimu disini
Namun ingatan itu masih ada
Tertinggal disudut yang bernama kenangan

Panggilan Sayang

Disaat kau bersamaku
Ada sebuah nama panggilan untukmu
Panggilan yang selalu aku gunakan
Untuk memanggilmu
Panggilan yang selalu membuat aku rindu
Untuk memanggilmu 

Namun semua berubah
Saat kau bersama dengannya
Panggilan itu sudah dia yang gunakan
Panggilan yang aku buat
Saat kau denganku 

Ketika tahu itu semua
Hati ini hancur
Semua telah digantikan olehnya
Aku hanya masa lalumu
Dan dialah masa depanmu

Clay Plastisin Sederhana

Hay bloggersssssss...kali ini gue mau share kerajinan tangan gue sama temen-temen waktu di sma dulu nih. Namanya itu clay plastisin. Waktu itu sebenernya cuma iseng-iseng aja. Eh malah jadi ketagihan bikinnya haha nih hasil caly plastisin yang gue buat.



Nah kalo yang ini bikinan temen-temen gue.





Bagus kan bentuk-bentuknya? ya bagus aja udah namanya juga pemula kan bikinnya rada absurd dikit wkwk tapi mayanlah lucu-lucu kan.

Bahan-bahan yang kita pake buat bikin clay palstisin ini :
  • Tepung terigu
  • Tepung beras
  • Tepung sagu
  • Lem putih (lem fox)
  • Pewarna makanan/cat acrilic
  • Pengawet makanan (natrium benzoat)
Cara membuatnya itu :
  • Campurkan semua bahan di dalam sebuah wadah plastik. lalu aduk menggunakan tangan hingga adonannya menjadi kalis.
  • Jika adonan terlalu keras tambahkan sedikit lem fox, tetapi jika terlalu lengket bisa tambahkan dengan tepung terigu.
  • Setelah adonan sudah jadi dan tidak lengket di tangan, untuk memperindah bisa di tambahkan pewarna.
  • ambil adonan yang ingin di beri warna, lalu tambahkan dengan cat acrilic.
  • lalu uleno hingga warnanya merata.
  • lalu setelah warna yang di inginkan sudah ada semua, kalian bisa membentuknya se-kreativf kalian semua.
Ohya untuk mengeringkan clay, sebaiknya jangan dibawah matahari langsung, karena hal ini dapat menyebabkan warna pada clay menjadi puca/kusam. Menyimpan clay yang sudah jadi juga jangan ditempat yang lembab, karena hal ini dapat menyebabkan clay akan berjamur nantinya.


Maafkan Aku Sahabat

Semua yang aku telah lakukan
Mungkin membuatmu marah
Tak pernah terfikir olehku
Kau akan semarah itu
Kau meninggalkanku sendiri
Melupakan ku dan tak ingat lagi
Semua kenangan yang pernah ada
Kini hilang begitu saja

Maafkan aku...
Karena telah melukaimu
Maafkan aku...
Yang tak bisa menjaga persahabatan ini 

Namun kau akan selalu menjadi sahabatku
Sahabat terbaik yang pernah kumiliki
Tulus dari hatiku untuk minta maaf padamu
Maafkan aku sahabatku

Salah Pilih

Cerita ini hanya karangan semata. Mohon maaf jika ada kesamaan pada nama dan ceritanya ya.
Disebuah sekolah ada seorang siswi perempuan yang bernama putri. Dia adalah seorang siswi yang pintar, baik, ramah dan dia adalah salah seorang pengurus osis.Saat itu tahun ajaran baru dan dia duduk di kelas 12. Karena dia seorang pengurus osis jadi yang mengospek/menyambut anak-anak baru yang masuk kesekolah itu. Disana dia menjadi seorang kk pembimbing sebuah kelompok. Di kelompok itu ada seorang anak yang bernama boby. Tak di sangka selama ospek tiga hari itu ternyata boby menyimpan rasa terhadap putri. Namun putri tidak mengetahui hal itu, karena boby tidak berani bilang kepada putri.
Waktu pun berlalu dan akhirnya tiba pada pertengahan semester. Pada saat itu sedang pengambilan rapot. Di tangga aula putri sedang bercanda dengan temannya. Sampai akhirnya aji keluar dan menghampiri putri. Aji adalah seorang anak baru kelas sepuluh. Putri mengenal aji karena aji adalah salah seorang anak osis baru. Kemudian setelah hari itu mereka pun menjadi dekat. Dan sampai akhirnya mereka pun menjadi adik kkan. Pada tanggal 11 desember itu ada acara pensi dia sekolah lain. Putri ingin datang, namun saat dia mengajak teman-temannya semua temannya sudah ada barengannya untuk datang ke pensi itu. Lalu temannya yang bernama Rosa menyuruh putri datang bersama boby. Dan tanpa disangka saat itu boby mengajak putri pergi dan akhirnya mereka pergi berdua.
Tiga hari setelah acara pensi itu, aji tahu bahwa putri datang kesana dengan boby dan ternyata mereka dekat. Aji kesel setelah mengetahui itu. Walaupun aji dan putri hanya sebatas adik kkan ternyata, aji menyimpan rasa yang lebih terhadap putri. Aji pun  meminta penjelasan kepada putri. Putri bingung harus bagaimana. Lalu putri pun menjelaskan semuanya kepada aji. Namun setelah itu, sikap aji semakin hari semakin berubah. Namun disitu boby belum mengetahui bahwa putri dekat juga dengan aji. Akhirnya putri ingin menjelaskan kepada bobya bahwa dia dekat aji, karena dia tidak ingin hal yang sama dengan aji terulang ke boby. Setelah putri menjelaskan semuanya kepada boby, disitu boby pun memberi pilihan kepada putri untuk memilih dia atau aji.
Putri semakin bingung harus memilih siapa. Karena yang pertama kali dia kenal itu adalah boby baru aji. Akhirnya putri bertanya dengan teman-temannya siapa yang harus dia pilih. Apakah boby atau aji. Banyak temannya yang memilih boby tetapi ada juga yang memilih aji. Putri berfikir dan terus berfikir, mana yang harus dia pilih. Akhirnya hari senin dia berbica berdua dengan aji. Disitu pun aji memberi pilihan kepada putri untuk memilih dia atau boby. Dan putri pun berkata akan memberikan jaawaban selasa besok. Waktu pun berlalu, hari selasa pun tiba. Setelah pulang sekolah mereka pun berbicara berdua dan disitulah putri memberikan jawaban. Putri bilang kepada aji bahwa dia memilih boby. Seketika wajah aji berubah menjadi muram dan sedih. Putri pun langsung minta maaf kepada aji karena dia tidak memilih dirinya. Tetapi saat itu aji langsung pulang tanpa berbicara panjang lebar kepada putri. Kemudian putri pun pulang dan setelah sampai rumah dia memberi tahu boby, bahwa dia memilihnya dan bukanlah aji.

Waktu pun berlalu. Hari demi hari, putri dan aji pun semakin dekat. Selama dua bulan mereka dekat, tetapi boby tidak memberi kejelasan status untuk putri. Putri pun lelah dengan semua ini. Dia berfikir bahwa dia telah salah pilih. Dia pun menyesal karena telah memilih boby bukan aji. Akhirnya putri pun perlahan-lahan meninggalkan boby dan akhirnya mereka pun lostcontact.

Ajaran Ibu

Ibu ajari aku ikhlas
Ketika kesedihan menyapa melalui air mata
Ibu ajari aku ikhlas
Demi tersenyumnya bibir ini esok hari
Ibu ajari aku ikhlas
Ketika mataku berbicara tentang kesedihan dan pengorbanan
Ibu ajari aku bagaimana pengorbanan itu ikhlas
Agar aku memahami kesedihan itu adalah kebahagiaan
Ibu ajari aku ikhlas
Agar setiap air mataku tidak jatuh sia-sia

Kamis, 21 November 2013

Laut

Hamparan pasir putih indah mempesona
Tak letih mata memandang dari ujung pengharapan
Butiran pasir bagai mutiara
Yang sangat mempesona diriku

Mentari pagi terbit dan terbenam disisimu
Hembusan angit menerbangkan pasir putihmu
Ombak adalah lidahmu
Yang kadang mendatangkan bencana
Walau begitu kau selalu di puja dan di sanjung
Indahnya dirimu membuat orang menyukaimu

Pantai.....
Sampaikan kisahku dalam duburan ombakmu
Kirim dukaku lewat lagumu
Sampaikan rinduku pada dia yang ku tunggu