Minggu, 01 Juli 2018

Apa Itu Infused Water? (Ilmu Budaya Dasar) - Tulisan 4



Infused water adalah suatu air mineral atau air putih yang sudah matang atau disebut juga dengan minuman yang dicampurkan oleh beberapa buah-buahan dengan melalalui proses pendiaman selama beberapa jam, lalu dapat bisa dinikmati atau diminum. Infussed water yaitu suatu minuman yang sangat menyehatkan bagi tubuh, sebagai salah satu alternatif apabila seseorang tidak menyukai air putih saja, karena inffused water suatu minuman air putih yang dicampurkan oleh berbagai macam buah-buahan, tetapi tidak semua buah-buahan dapat digunakan untuk membuat infused water.

AWAL MULANYA INFUSED WATER

Sebenarnya alternatif ini sudah terkenal pertama kali di AS, lalu menjalar terus menerus hingga sampai di negar-negara asia salah satunya INDONESIA. Sebenarnya belum banyak yang tahu akan alternatif ini, dikarenakan memang aneh, dan buah-buahannya cukup mahal. 

Tapi disini saya menjelaskan kepada anda bukan hanya buah-buahan mahal saja yang bisa digunakan, sungguh sangat-sangat murah contoh: jeruk nipis, buah pepaya mengkel, jeruk sankis, dll. Infused water terinspirasi dari wedang jahe, sungguh mencengangkan, memang sungguh ini yang terjadi, seharusnya kita sebagai bangsa indonesia yang memang mempunyai banyak sekali rempah-rempah, bisa digunakan lebih bermanfaat, hingga akhirnya bisa dipandang di mata dunia. 

Alangkah senangnya, kalau bisa terwujud. Tren gaya hidup sehat di zaman modern ini merebak semenjak kehadiran berbagai sentral kebugaran dalam mall terus berlanjut hingga hari ini, dan cukup banyak yang menayangkan tentang inffused water ini, slah satunya di NET Entertaiment News. 

MANFAAT INFUSED WATER 

Sebenarnya sungguh banyak sekali manfaatnya, saluh satunya adalah : 
  1. Berguna untuk “detokfikasi” Dapat membantu tubuh dalam mengguras racun dalam tubuh. 
  2. Menghambat dalam radikal bebas dalam paparan tubuh. 
  3. Membantu dalam program diet sehat.
  4. Menjaga sistem perthanan antioxidant 
  5. Membantu mengatur gula darah 
  6. Membantu meregenerasi vitamin C dan vitamin E
Itulah sedikit ulasan mengenai infused water yang mungkin bermanfaat untuk Anda yang ingin mencobanya. Di lain kesempatan, saya akan menyebutkan beberapa jenis buah-buahan yang cocok dan tidak cocok untuk infused water serta langkah-langkah dalam membuat infused water.

source : https://manfaatnyasehat.blogspot.com/2014/03/apa-itu-infused-water-cari-tahu-yuk.html

Resep Simple Oreo Cheese Cake (Ilmu Budaya Dasar) - Tulisan 3

Resep Simple Oreo Cheese Cake
Jadi ceritanya waktu pas bulan ramadhan mau bikin cemilan gitu, tapi bingung mau apa dan bikinnya gak ribet, juga gak perlu bahan yang ribet. dan alhasil jadilah kepikiran bikin Oreo Cheese Cake
Ini hasil jadi bikin Oreo Cheese Cake. So, yang mau coba bikin bahan-bahan dan cara bikinnya ada di bawah ya😁 



Bahan:
200 ml susu cair
75 gram keju parut
2 sdm maizena
3 sdm gula pasir
¼ sdt garam
1 bungkus oreo, buang krimnya (haluskan)

Cara membuat:
1. Masukkan keju, susu, garam dan gula ke dalam wajan anti lengket. Masak dengan api kecil.
2. Larutkan maizena dengan sedikit air lalu tuang ke adonan sedikit demi sedikit sambil diaduk terus agar tidak gosong.
3. Setelah adonan mengental dan meletup-letup, matikan api. Tuang adonan cheese dan beri taburan oreo selang-seling. Dinginkan dalam kulkas selama 1 jam. Sajikan dingin.

source : http://www.liannyhendrawati.com/resep-simple-oreo-cheese-cake-cukup-dengan-6-bahan-saja/

Makalah Manusia dan Kebudayaan (Ilmu Budaya Dasar) - Tugas 3

TUGAS KELOMPOK

Nama :
Annisa Fauzia
Karina Fitriani
Sarah Janitra

Kelas : 4KA45

A.    Judul
Manusia dan Kebudayaan

B.    Latar Belakang Masalah
Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan karena dimana manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya. Sedangkan Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidupSelain itu manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan tertentu yang pada akhirnya menjadi budaya yang biasa mereka lakukan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya dan kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia di dalam kehidupannya.

C.    Analisa Masalah
1.     Bagaimana kita dapat menjelaskan unsur-unsur yang membangun manusia?
2.     Bagaimana kita dapat menjelaskan dan membedakan hakekat manusiawi?
3.     Apa pengertian dari kebudayaan?

D.    Alternatif Masalah
1.     Apa saja unsur-unsur dari kebudayaan itu?
2.     Bagaimana kita dapat menjelaskan kaitan antara manusia dengan kebudayaan?

E.    Solusi dari Masalah
1.     Unsur-unsur yang membangun manusia
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Namun siapakah manusia itu sebenarnya? Manusia di dunia ini memegang peranan yang unik dan dapat di pandang dalam beberapa segi. Misalnya, manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem (ilmu kimia). Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia (ilmu biologi). Manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (ilmu sosiologi) dan lain sebagainya.
Dari beberapa definisi di atas, tentu membuat kita sulit untuk menjawab pertanyaan tentang manusia, oleh karena itu kita akan menerangkan siapa itu manusia berdasarkan unsur-unsur yang membangunnya. Ada dua macam pandangan yang akan menjadi acuan untuk menjelaskan unsur-unsur yang membangun manusia.
Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
1)    Jasad: badan kasar manusia yang dapat kita lihat, raba bahkan di foto dan menempati ruang dan waktu.
2)    Hayat: mengandung unsur hidup, yang di tandai dengan gerak.
3) Ruh: bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
4)    Nafs: dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan diri sendiri. (Asy’arie, 1992 hal: 62-84).

2.     Hakekat Manusia
Hakekat Manusia adalah makhluk yang kuat, ada juga yang menyebut hakikat manusia adalah makhluk yang sempurna, ada juga yang menyebutnya makhluk paling cerdas dari semua itu menunjukan bahwa hakikat manusia adalah mahkluk yang positif. Manusia dengan segala sifat dan karakternya, diciptakan dengan sebegitu sempurnanya.
Hakekat manusia adalah sebagai berikut:
1)  Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2)    Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3)  Yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4)   Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5)    Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
6)    Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
7)    Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
8)   Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Hakikat manusia sebagai mahluk yang kuat tentu karena manusia dicipta dengan diberikan akal. Dengan akalnya manusia bisa mengalahkan terbangnya burung yang terbang ke angkasa, dengan akalnya manusia bisa berenang di dasar laut seperti ikan. Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun, baik didarat, dilaut, maupun diudara. Sedangkan binatang  bergerak diruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia.

3.     Pengertian Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.
Kebudayaan, cultuur (bahasa belanda), culture (bahasa inggris), tsaqafah (bahasa arab), berasal dari perkataan latin “colere” yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.
Dalam disiplin ilmu antropologi budaya, kebudayaan dan budaya itu diartikan sama (Koentjaraningrat, 1980:195). Namun dalam IBD dibedakan antara budaya dan kebudayaan, karena IBD berbicara tentang dunia idea tau nilai, bukan hasil fisiknya. Secara sederhana pengertian kebudayaan dan budaya dalam IBD mengacu pada pengertian sebagai berikut:
1)    Kebudayaan dalam arti luas, adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2)    Kebudayaan dalam arti sempit dapat disebut dengan istilah budaya atau sering disebut kultur yang mengandung pengertian keseluruhan sistem gagasan dan tindakan.
Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
Sedangkan Koentjaraningrat. Mengatakan bahwa kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

4.     Unsur-unsur Kebudayaan
Menurut Kluckhohn ada tujuh unsur dalam kebudayaan universal, yaitu sistem religi dan upacara keagamaan, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian hidup, sistem tekhnologi dan peralatan, bahasa, serta kesenian. Untuk lebih jelas, masing-masing diberi uraian sebagai berikut.
1)  Sistem religi dan upacara keagamaan, merupakan produk manusia sebagai homo religious. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Mahabesar yang dapat “menghitam-putihkan” kehidupannya. Oleh karena itu, manusia takut sehingga menyembah-Nya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama. Untuk membujuk kekuatan besar tersebut agar mau menuruti kamauan manusia, dilakukan usaha yang diwujudkan dalam sistem religi dan upacara keagamaan.
2)   Sistem organisasi kemasyarakatan, merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah. Namun, dengan akalnya manusia membentuk kekuatan dengan cara menyusun organisasi kemasyarakatan yang merupakan tempat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3)    Sistem pengetahuan, merupakan produk dari manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, disamping itu dapat juga dari pemikiran orang lain. Kemampuan manusia untuk mengingat apa yang telah diketahui, kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa menyebabkan pengetahuan ini menyebar luas.
4)    Sistem mata pencaharian hidup, yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5)    Sistem teknologi dan peralatan, merupakan produksi dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas serta dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat menciptakan sekaligus mempergunakan suatu alat. Dengan alat-alat ciptaannya itu, manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang.
6)    Bahasa, merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode), yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bahasa tulisan.
7)  Kesenian, merupakan hasil dari manusia sebagai homo esteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya maka manusia perlu dan selalu mencari pemuas untuk memenuhi kebutuhan psikisnya.

5.     Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari berbagai segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yan g berbudaya dan lain sebagainya.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhimya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan – peraturan kemasyarakatan. Pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dan juga misalnya saya orang betawi walaupun saya lahir di Bali tetapi tetap saja saya orang betawai ngikutin abah dan emak saya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.
Dialektika disini berasal dari dialog komunikasi sehari-hari. Ada pendapat dilontarkan ke hadapan publik. Kemudian muncul tentangan terhadap pendapat tersebut. Kedua posisi yang saling bertentangan ini didamaikan dengan sebuah pendapat yang lebih lengkap. Dari fenomen dialog ini dapat dilihat tiga tahap yakni tesis, antitesis dan sintesis. Tesis disini dimaksudkan sebagai pendapat awal tersebut. Antitesis yakni lawan atau oposisinya. Sedangkan Sintesis merupakan pendamaian dari keduanya baik tesis dan antitesis. Dalam sintesis ini terjadi peniadaan dan pembatalan baik itu tesis dan antitesis. Keduanya menjadi tidak berlaku lagi. Dapat dikatakan pula, kedua hal tersebut disimpan dan diangkat ke taraf yang lebih tinggi. Tentunya kebenaran baik dalam tesis dan antitesis masih dipertahankan. Dalam kacamata Hegel, proses ini disebut sebagai aufgehoben.
3 Tahap Proses Dialektis
Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1) Ekstemalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia
2)   Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
3)    Intemalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakamya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

F.     Kesimpulan dan Saran
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu: Jasad, Hayat, Ruh, dan Nafs.
Hakekat Manusia adalah makhluk yang kuat, ada juga yang menyebut hakikat manusia adalah makhluk yang sempurna, ada juga yang menyebutnya makhluk paling cerdas dari semua itu menunjukan bahwa hakikat manusia adalah mahkluk yang positif.
Ada tujuh unsur dalam kebudayaan universal, yaitu sistem religi dan upacara keagamaan, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian hidup, sistem tekhnologi dan peralatan, bahasa, serta kesenian.
Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.

Sumber : http://myfatihurrizqi.blogspot.com/2016/03/tentang-manusia-kebudayaan-disusun-oleh.html

Review Jurnal Animation Trends in Education (Tugas 3 - M3)

Review Jurnal Animation Trends in Education

Judul
Animation Trends in Education
Jurnal
International Journal of Information and Education Technology
Volume & Halaman
Vol. 3, No. 3
Tahun
2013
Penulis
Lirong Xiao
Reviewer
Sarah Janitra (1B117111)
Ilham Rizky B (1B117086)
Annisa Fauzia (1B117112)
Tanggal
4 Juni 2018

Abstrak
Pada Jurnal “Tren Animasi Dalam Pendidikan” penulis menggunakan media koran untuk memberikan survei tentang konten animasi dalam Pendidikan. Meski banyak literatur yang menangani dampak animasi dalam Pendidikan dan bidang pisikolgi. Namun banyak perusahaan di bidang animasi yang mengembangkan perangkat lunak dari masing – masing perusahaan seperti tools box atau platform untuk konten animasi dalam Pendidikan. Penulis membuat tulisan ini untuk memberikan survei tentang arus konten animasi dalam Pendidikan dan juga menyajikan beberapa tren potensial konten animasi dalam Pendidikan.
Dalam penulisan Abstrak menurut kami isinya mudah di pahami karena penulisanya menceritakan latar belakang mengapa perlu animasi dan arus konten dalam Pendidikan. Dengan kata lain penulisan abstrak langsung menuju ke topik pembahasan.

Pendahuluan
            Diparagraf pertama penulis memberikan penjelasan tentang Animasi yang memaikan peran penting dalam ruang kelas pembelajaran dengan munculnya komputer. Dari galeri gambar hingga simulasi numerik yang rumit, animasi dapat memberikan ilmu pembelajaran pengalaman komplementer, sedangkan metode Pendidikan tradisional biasanya tidak ada pendekatan efektif untuk mengilustrasikan intuisi dan konten secara jelas. Untuk hal ini kami sangat setuju mengenai hal tersebut. Karena untuk pembelajaran tradisional tidak mudah untuk mengilustrasikan sesuatu yang sedang di pelajari.
            Penulis melakukan survei fokus konten animasi pada ruang pembelajaran atau ruang kelas karena menurut penulis ada banyak ruang dalam mengajar di kelas dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran lainya. Konten animasi di kelas dapat digolongkan menjadi tiga tipe utama:
·       Eksposur: pengguna menonton konten ekspositori layar
·       Interaktif: pengguna dapat berinteraksi
·       Kuis: pengguna diuji pada konten tertentu
Pada dasarnya konten di buat dalam bentuk 2D & 3D, menurut penulis masih kurangnya penelitian tentang konten animasi dalam bidang Pendidikan. Maka dari itu tujuan penulis pada makalah ini yaitu pertama dapat mensurvei perkembangan pada saat ini dan selanjutnya memberikan tren potensial dalam mengajar.

Pembahasan
            Dalam pembahasan ini, penulis menuliskan lebih dalam mengenai pengertian animasi ekspositori dan interaktif animasi.
·       Animasi Ekspositori
Konten animasi ekspositoris biasanya mengacu pada penggunaan dari video animasi.
Menurut penulis selain aplikasi perangkat lunak Pendidikan, youtube, twitter dan blog dapat dikatakan ekspositori karena dapat tutorial untuk menyampaikan topik yang rumit di kelas. Penulis telah membandingkan menggunakan animasi di kelas lebih efektif daripada grafis statis tradisional, poin utamanya adalah untuk menunjukan karakteristik individu tertentu animasi atau pengaturan konten dalam pengajaran pelajaran khusus.

Secara umum menurut penulis dalam pembuatan tools animasi atau perangkat lunak animasi dalam Pendidikan harus di perhatikan yaitu:
-          Pilih karakter: penyesuaian masing-masing karakter dengan fitur seperti tatanan rambut, gendut, kacamata mata kucing, dll.
-          Pilih latar belakang: seperti sekolah, ruang kuliah, kolam renang dll.
-          Tambahkan Dialog: pengguna masuk dalam dialog dan memilih aksen mereka sendiri. Animasher dapat menawarkan efek suara seperti kembang api.
-          Direct: Pengguna dapat mengedit adegan. Misalnya untuk menambahkan jeda, gerakan, menyesuaikan sudut kamera, bahkan memotong dan memperbesar. 

·       Animasi 3D Interaktif
Menurut penulis menggunakan animasi 3D dalam teknologi Pendidikan membantu menyediakan lebih banyak pilihan dan peluang untuk meningkatkan produktivitas pembelajaran. Kita sangat setuju karena teknik animasi karakter real-time, 3D virtualisasi dan simulasi 3D sudah digunakan kedalam pengajaran. Di masing-masing kamar virtual, pengguna diperlihatkan adegan dengan berbagai objek yang dapat berinteraksi sesuai dengan hukum fisika. Arsitektur system-nya adalah sebagai berikut:
-          Sensor: baca gerakan pengguna. Setidaknya sensor ini bisa jadi keyboard dan mouse;
-          Driver: memungkinkan sensor berinteraksi dengan konten;
-          Mesin Fisika: melakukan perhitungan dan menetapkan perilaku berbagai komponen hadir di TKP sesuai dengan interaksi pengguna;
-          Tampilan 3D: ciptakan tingkat realitas virtual yang lebih tinggi. Selain itu, sistem interaktif 3D seperti ini diharapkan.
-          Menentukan level interaksi subjek dengan 3D konten, yaitu, Tingkat demonstrasi dasar dengan presentasi eksposur 3D, interaksi utama tetap dalam 2D ​​dan hanya beberapa representasi dalam 3D, interaksi berbasis mouse 3D dengan akses terbatas ke dunia virtual.
-          Tingkat realitas virtual: interaksi 3D nyata menggunakan dedicated sensor dan output 3D khusus untuk perasaan realistis di tingkat pengguna. Menentukan dampak emosional dan hubungannya dengan subjek. Menentukan dampak fisik pada pengguna. Strategi menggabungkan 2D dengan konten 3D di mana penuh Representasi 3D mungkin tidak memiliki dampak yang cukup atau itu mungkin sangat sulit untuk dibangun. Sinkronisasi interaksi waktu nyata dengan suara, obrolan, dan video. Untuk pembelajaran jarak jauh, ini memberi peserta didik pengalaman belajar kolaboratif dalam interaktif sistem pembelajaran.
Dalam artian penulis menjelaskan untuk pembuatan animasi pada bidang Pendidikan harus diperhatikan konsep-konsep tersebut. Penulis juga menjelaskan tahap-tahapnya secara rinci agar maksud dan tujuan dari penulis dapat mudah dipahami oleh pembaca.

Tren Animasi Dalam Pengajaran
Pada bagian ini penulis bertujuan untuk menyajikan potensi konten tren animasi 3D di kelas berdasarjan arsitektur perangkat keras (hardware) yang tersedia. Oleh karena itu, interaktivitas utama akan melalui keyboard dan mouse sementara output akan ditampilkan di layar konvensional. Penulis menyajikan konseptual deskripsi desain perangkat keras-perangkat lunak untuk mengembangkannya Sistem prototipe interaktif 3D di sini:
-          Sensor Description (Keterangan Sensor)
Karena saat ini banyak sensor yang dapat digunakan untuk membaca gerakan dan tindakan dari pengguna. Namun, karena keterbatasn prototype untuk meningkatkat inteaksi yang lebih tinggi pengguna dapat menggunakan sensor khusus, seperti haptic devices.
-          Drivers (Pengemudi)
Arsitektur sistem meminta untuk menghubungkan sensor ke unit pengolah pusat untuk menghubungkan berbagai display peripheral (layar 3D, kacamata 3D). Seharusnya ini dipandang sebagai arsitektur yang dirancang khusus untuk yang kinerja terbaik.
-          Physics Engine (Mesin Fisika)
Physics Engine menggunakan metode pemodelan numerik tingkat lanjut untuk mensimulasikan fisika seakurat mungkin.
-          3D Display Device (Perangkat Tampilan 3D)
Sebagai perangkat output sistem prototipe yang diinginkan akan menggunakan perangkat tampilan konvensional. Ini disebabkan oleh biaya dan kebutuhan untuk membuat animasi interaktif 3D sistem berfungsi dengan baik pada perangkat yang ada.
-          Anaglyph Images
Gambar anaglyph digunakan untuk memberikan 3D stereoskopis efek melalui gelas khusus. Gambar 3D dibuat dari dua lapisan berwarna yang disaring ini, ditumpangkan, tetapi mengimbangi satu sama lain untuk menghasilkan efek mendalam. Biasanya subjek utama berada di tengah, sedangkan latar depan dan latar belakang bergeser ke samping berlawanan arah.
-          Polarization Systems
Untuk menyajikan film stereoskopik, sebuah adegan diproyeksikan secara terpisah melalui filter polarisasi yang berbeda dan ditumpangkan ke layar yang sama. Efek 3D dapat dihasilkan dengan memproyeksikan keduanya terpolarisasi gambar secara terpisah ke kedua mata dan menggambarkan dari perspektif yang sedikit berbeda.
-          The Pullfrich Effect
Prinsip dasarnya adalah respon otak terhadap informasi visual dari mata pada tingkat cahaya rendah lebih lambat. Maka dari itu, kacamata bergantung pada gerakan. Ini akan menjadi tidak valid untuk benda stasioner.
-          Eclipse Method
Metode Eclipse biasanya mengadopsi rana mekanis itu blok cahaya dari setiap mata yang tepat ketika berbicara gambar mata diproyeksikan di layar. Proyektor bergantian antara gambar kiri dan kanan, sedangkan jendela masuk kacamata atau pemirsa dihidupkan atau dimatikan dalam sinkronisasi dengan gambar di layar.
-          Volumetric Display
Tampilan 3D volumetrik didefinisikan sebagai representasi visual sebuah objek dalam ruang 3D berbeda dengan stereo tradisional display yang mensimulasikan kedalaman berdasarkan pasangan gambar planar.

Kesimpulan
            Dalam hasil analisis dan pembahasan, penulis memberikan kesimpulan bahwa sebagai pendekatan pembelajaran komplementer, animasi selalu merangsang minat siswa dalam belajar. Kuncinya adalah untuk mengintegrasikan konten animasi ke dalam kegiatan mengajar diruang kelas. Perasaan realistis, immersiveness dan interaktivitas selalu dianggap sebagai kriteria memilih konten animasi dalam kegiatan mengajar. Survei ini berfokus pada kemajuan dan hadiah perangkat keras beberapa kecenderungan potensial konten animasi di kelas demikian. Lingkungan perangkat keras masih menjadi isu utama animasi komputer. Di masa depan, kami juga akan mempelajari masalah pedagogis berdasarkan interaktif 3D terbaru konten animasi.

Kelebihan Penelitian
1.       Teori dan model analisis yang digunakan tepat.
2.       Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah dipahami maksud dan tujuannya. Analisisnya rinci dan mudah dipahami oleh pembaca.
3.       Tahap-tahapan cukup dijelaskan dengan baik.

Kekurangan Penelitian
1.     Penulis kurang lengkap dalam menyimpulkan keseluruhan isi dari jurnal ini.
2.     Penulis kurang detail dalam memberikan hasil yang didapat dalam melakukan penelitiannya. Dan mungkin dapat menggunakan media survei lainya.
3.     Isi dari jurnal tidak semuanya mudah dipahami.
4.     Tidak memberitahukan deskripsi secara lengkap yang disertai gambar.