Jumat, 11 Maret 2016

Terapan Komputer Perbankan

Bank adalah usaha yang berbentuk lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki kelebihan dana (surplus of fund) dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang kekurangan dana (lack of fund), serta memberikan jasa-jasa bank lainnya untuk motif  profit juga sosial demi meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dijaman yang sudah moderen ini, teknologi di dunia perbankan yang menggunakan teknologi berbasi komputer sudah menjadi semakin maju. Di dalam dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama. Seperti pelayanan electronic (e-banking) melalui ATM, phone banking dan internet banking, yang merupakan bentuk-bentuk baru dari pelayanan bank yang mengubah transaksi manual menjadi transaksi teknologi.

Dengan adanya jaringan komputer, hubungan atau komunikasi kita dengan klien jadi lebih hemat, efisien dan cepat. Contohnya seperti email, teleconference. Dirumah pun kita dapat berkomunikasi dengan pengguna lain dengan memanfaatkan teknologi seperti chatting, bermain game online, sharing file, dll.

Trend Produk Sistem Informasi Perbankan
Saat ini bank ritel di Indonesia memiliki produk dan layanan :
  1. Tabungan
  2. Deposito
  3. Giro
  4. Kartu Debit
  5. Kartu Kredit
  6. Perdagangan Bank Notes, Valas, dsb (Trade Finance)
Beberapa contoh jenis teknologi computer tersebut diantaranya mesin Automated Teller Machine (ATM), berbagai jenis kartu kredit, Point of sales (POS), electronic fund transfer system, dan otomatisasi kliring. Fungsi teknologi informasi (TI) telah mengalami perubahan dan perkembangan pesat pada decade terakhir ini. Fungsi TI yang semakin khusus mendorong setiap bank untuk membentuk bagian, departemen, atau unit kerja khusus tersendiri.

Fasilitas pengolahan data yang tersedia di bank saat ini merupakan hasil kemajuan teknologi dan kebutuhan untuk menjalankan operasi secara sistematis dan baik sesuai dengan aliran masuk dan keluar dana bank. Fungsi fasilitas tersebut untuk menangani, memilih, menghitung, menyusun, melaporkan, dan mengirimkan informasi.

Sistem aplikasi komputer yang digunakan di bidang perbankan harus bisa mengakomodasikan semua kebutuhan bank dan sesuai dengan ketentuan otoritas moneter (dalam hal ini adalah Bank Indonesia). Sebagai contoh, Bank yang kapasitasnya relative kecil, misalnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR), kurang relevan bila menggunakan sistem aplikasi komputer yang menyediakan fasilitas transaksi dalam valuta asing atau pengelolaan giro. Hal ini mengingatkan bahwa BPR tidak boleh melakukan transaksi dalam valuta asing dan tidak ikut dalam lalu lintas pembayaran giral.

Kriteria pemilihan software komputer perbankan yang baik sesuai dengan kebutuhan bank secara umum berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
  1. Kemampuan dokumentasi atau Penyimpanan Data
  2. Keluwesan (Flexibility)
  3.  Sistem Keamanan
  4.  Kemudahan penggunaan (user friendly)
  5. Sistem Pelaporan (Reporting system)
  6. Aspek Pemeliharaan
  7. Source Code
  8. Struktur informasi dan hubungan antar sub sistem aplikasi bank
Masalah Dalam Dunia Perbankan
Kejahatan terhadap pelayanan perbankan merupakan salah satu bentuk kejahatan yang sering terjadi di banyak tempat. Beberapa di antaranya sudah ditangani dengan baik, namun masih saja terus berulang dengan modus yang bervariasi. Misalnya mulai dari tindakan perampokan atas petugas bank maupun terhadap nasabah yang baru saja melakukan transaksi di bank. Lalu tindakan yang mengelabui data perbankan yang akibatnya merugikan nasabah, termasuk dengan cara mengganggu proses transaksi melalui pemanfaatan teknologi internet.


Sumber :


Kamis, 07 Januari 2016

Celah Korupsi Pada Pedagang Bakso

Pada kali ini, saya akan menjelaskan celah korupsi yang ada pada ukm bakso keliling. Harga seporsi bakso dihargai Rp. 10.000 isi yang ditentukan oleh pemilik dalam 1 porsi adalah 7 buah bakso. Namun si penjual bakso memiliki peluang untuk meraup keuntungan lebih untuk dirinya sendiri.

Misalkan, ketika si penjual bakso hanya menaruh 5 buah bakso dalam 1 porsi, sisa 2 buah bakso yang ada dapat ia jual lagi dalam 1 porsi. Sehingga, jika owner perusahaan bakso menargetkan Rp. 300.000 per gerobak dalam 1 harinya, si penjual bakso dapat mendapatkan uang sebesar Rp. 400.000 per gerobak tiap harinya. Maka dari itu, si penjual bakso dapat meraup keuntungan sebesar Rp. 120.000 peharinya. 

Jurnal Umum UKM (Gas dan Aqua Galon)

JURNAL UMUM
GAS DAN AQUA GALON
PERIODE 28 NOVEMBER – 28 DESEMBER 2015

Tanggal
Keterangan
Debit
Kredit
28 Nov

28 Nov
Pembelian
        Kas
Kas
        Pendapatan
Rp. 264.000

Rp. 216.000

Rp. 264.000

Rp. 216.000
30 Nov
Kas
        Pendapatan
Rp. 142.000

Rp. 142.000
2 Des

2 Des
Pembelian
        Kas
Kas
       Pendapatan
Rp. 293.000

Rp. 196.000

Rp. 293.000

Rp. 196.000
4 Des
Kas
       Pendapatan
Rp. 96.000

Rp. 96.000
6 Des

6 Des
Pembelian
        Kas
Kas
        Pendapatan
Rp. 137.500

Rp. 70.000
Rp. 137.500


Rp. 70.000
8 Des
Kas
        Pendapatan
Rp. 96.000

Rp. 96.000
10 Des

10 Des
Pembelian
        Kas
Kas
        Pendapatan
Rp. 190.000

Rp. 88.000

Rp. 190.000

Rp. 88.000
12 Des
Kas
        Pendapatan
Rp. 18.000

Rp. 18.000
14 Des
Kas
Pendapatan
Rp. 116.000

Rp. 116.000
16 Des
Kas
        Pendapatan
Rp. 44.000

Rp. 44.000
18 Des

18 Des
Pembelian
       Kas
Kas
        Pendapatan
Rp. 194.000

Rp. 142.000

Rp. 194.000

Rp. 142.000
20 Des
Kas
        Pendapatan
Rp. 52.000

Rp. 52.000
22 Des
Pembelian
        Kas
Kas
        Pendapatan
Rp. 120.500

Rp. 32.000

Rp. 120.500

Rp. 32.000
24 Des
Kas
        Pendapatan
Rp. 116.000

Rp. 116.000
26 Des
Pembelian
        Kas
Kas
        Pendapatan
Rp. 172.500

Rp. 104.000

Rp. 172.500

Rp. 104.000
28 Des
Kas
        Pendapatan
Rp. 176.500

Rp. 176.500

Kamis, 19 November 2015

Proses Transaksi UKM (Gas dan Aqua Galon)

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan alur transaksi ukm gas dan aqua galon ibu tati yang dia buka di rumahnya sendiri. berikut ini adalah dfd dan penjelasaannya : 


  1. Pemilik usaha aqua dan gas membeli barang yang di butuhkan / menyetok barang dan membayar secara tunai ke agen. toko agennya bernama toko 31.
  2. Kemudian penjual menjual dagangannya ke pelanggan. Karena ini bisnis di rumahan, jadi pelanggan antara lain adalah warga sekitar rumah tersebut. Tidak jarang juga ada orang-orang jauh yang membeli di sini, namun mereka tidak datang langsung datang kerumah si penjual.
  3. Pelanggan yang ingin membeli barang dapat datang sendiri kerumah penjual.
  4. Dan jika tidak bisa membeli sendiri, penjual dapat mengantarkan barang dagangan yang di inginkan oleh pelanggan.
  5. Selanjutnya, jika pelanggan membeli sendiri maka dia langsung membayar di tempat.
  6. Tetapi jika di antar, maka bayarnya pada saat barang sudah di antarkan ke rumah pelanggan.


Senin, 19 Oktober 2015

Sistem Yang Ada Pada PT. TELKOM INDONESIA

     Perusahaan PT.TELKOM INDONESIA memiliki beberapa sistem operasi yang digunakan untuk mengoprasikan perusahaan. Diantara sistem tersebut ialah Transaction process system yang digunakan untuk memproses kegiatan transaksi perusahaan. Kegiatan tersebut berupa proses penjualan, proses pembayaran, proses pembelian, proses penyimpanan, proses penagihan, dan proses pemeliharaan. Pada tahun 2008 Telkom mengeluarkan sistem terbarunya yaitu “Telkom E-Service” untuk meningkatkan mutu perusahaan dan untuk dapat meningkatkan pelayanan terhadap customer.
     
     Sistem operasi lain yang digunakan oleh PT TELKOM INDONESIA ialah sistem media intranet yaitu sistem komunikasi online terbatas yang dapat digunakan hanya dalam ruang lingkup perusahaan. Yang hanya dapat diakses oleh karyawan-karyawan perusahaan untuk sharing informasi. Beberapa fitur yang digunakan oleh intranet PT.TELKOM yaitu:
  • Single sign-on yang berarti satu akun dapat mengakses berbagai aplikasi yang terdapat pada intranet perusahaan.
  • Menu default ialah menu standar yang dapat diakses sesuai kebutuhan.
     Sistem informasi manajemen yang digunakan Telkom ialah Website Human Capital dan General Affairs yang dapat diakses semua karyawan untuk mempermudah koordinasi kebijakan dan sosialisasi bisnis pada perusahaan. Telkom mengembangkan berbagai macam layanan SDM berbasis TI sejak tahun 2009 sampai saat ini. Setiap divisi pada PT.TELKOM menggunakan sistem informasi menajemen seperti sistem informasi pemasaran, sistem informasi akutansi, sistem informasi pergudangan, dan sistem informasi HR Departemen.

     Sistem Pengambilan Keputusan yang digunakan untuk perubahan asumsi terhadap sistem yang digunakan pada PT.TELKOM yang diambil langsung melalui data dan fakta yang berada dilapangan. Sistem Pengolahan Khusus dalam implementasinya pengelolaan pengetahuan difokuskan untuk menciptakan nilai bisnis yang menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan dengan mengoptimalkan proses penciptaan, berbagi, dan pemanfaatan pengetahuan yang dibutuhkan untuk perusahaan.

sumber : marza51.blogstudent.mb.ipb.ac.id/files/2014/03/SIM-TELKOM.pdf


Kamis, 01 Oktober 2015

Sistem Informasi Akuntansi

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.

Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
  • Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian Sistem Informasi Akuntansi merupakan, struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
  • Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
  • Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
  • Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
  • Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem Akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
  • Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem Akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.

Evolusi Model-Model Sistem Informasi

Secara umum terdapat lima model sistem informasi: Proses Manual, Sistem File Mendatar (Flat File), Pendekatan Database, Model REA (Resources, Events, and Agents), dan Model ERP (Enterprise Resource Planning). 

1. Model Proses Manual
Model proses manual membentuk peristiwa-peristiwa fisik, sumber daya, dan personel yang mencirikan kebanyakan proses bisnis. Adapun manfaat mempelajari model proses manual sebelum menguasai sistem berdasarkan komputer. Pertama, mempelajari sistem manual membantu membangun hubungan penting antara SIA dan bidang akuntansi lainnya. Kedua, logika proses bisnis dapat lebih mudah dimengerti. Ketiga, prosedur manual memfasilitasi pemahaman kegiatan kontrol internal, termasuk pemisahan fungsi-fungsi, pengawasan, verifikasi independen, jejak audit, dan kontrol akses.

2. Model Flat File
Sistem ini merupakan sistem kerangka utama dalam sistem mainframe besar (large mainframe system). Sistem file model menjelaskan suatu lingkungan di mana file-file data individual tidak berkaitan dengan data lainnya. Pemakai akhir dalam lingkungan ini memiliki file data mereka sendiri, dan tidak menggunakannya bersama-sama dengan para pemakai lainnya.

3. Model Database
Sistem manajemen database (database management system) merupakan sistem perangkat lunak khusus yang diprogram untuk mengetahui elemen-elemen data yang dapat diotorisasi setiap pemakai untuk diakses. Program pemakai mengirimkan permintaan data ke DBMS, yang kemudian memvalidasi dan mengotorisasi akses ke database sesuai dengan tingkat otoritas pemakai.

4. Model REA
REA adalah akuntansi untuk membuat model resources, events, dan agentsyang kritikal dalam organisasi dan relasi di antara mereka. Resources adalah aktiva dari organisasi. Mereka mendefinisikan sebagai objek yang jarang sekaligus dikendalikan oleh perusahaan. Events merupakan fenomena yang mempengaruhi perubahan sumber daya. Mereka dapat dihasilkan dari kegiatan-kegiatan seperti produksi, pertukaran, konsumsi, dan distribusi. Agents ekonomi adalah para individu dan departemen-departemen yang berpartisipasi dalam peristiwa ekonomi.
5. Sistem ERP
Enterprise resource planning-ERP (perencanaan sumber daya perusahaan) merupaka suatu model sistem informasi yang memampukan suatu organisasi untuk mengotomatisasikan dan mengintegrasikan proses-proses bisnis kuncinya.

Cara Sistem Informasi Akuntansi Bisa Berjalan Efektif Di Perusahaan

Sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis. Sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan besar sangat kompleks. Kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer, bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan. Sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. 

Operasi suatu sistem akuntansi meliputi tiga tahapan:
  • Harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik mupun jumlah rupiahnya, serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.
  • Harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum dalam dokumen bukti transaksi kedalam catatan-catatan akuntansi.
  • Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Sistem akuntansi harus dirancang untuk memenuhi spesifikasi informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, asalkan informasi tersebut tidak terlalu mahal. Dengan demikian, pertimbangan utama dalam merancang sistem akuntansi adalah keseimbangan antara manfaat dan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh informasi tersebut.

Agar efektif, laporan yang disajikan oleh sistem akuntansi harus dibuat secara tepat waktu, jelas dan konsisten. Laporan yang disajikan dengan pengetahuan dan kebutuhan pemakai agar dapat digunakan sebagai pertimbangan didalam pengambilan keputusan.

Desainer (perancang) sistem harus memiliki pengetahuan untuk membedakan sistem akuntansi dan metode pemrosesan data baik pemrosesan data secara manual maupun dengan menggunakan komputerisasi. Kemampuan untuk membedakan pemrosesan transaksi secara manual dan komputer cukup penting, karena pada organisasi bisnis tertentu tidak semua transaksi dapat di proses dengan komputer dan kemampuan desainer sistem dalam mengevaluasi alternatif-alternatif yang dipertimbangkan pengetahuan akan prinsip-prinsip dasar sistem akuntansi. Singkatnya, prinsip dasar yang terkandung dalam sistem akuntansi yang baik kemungkinan besar sistem yang dirancang pada perusahaan tertentu akan mengalami kesulitan ketika diterapkan

Sumber : http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/
http://ttourial.blogspot.co.id/2012/12/evolusi-sistem-informasi_6.html
http://rnrian.blogspot.co.id/2012/10/sistem-informasi-akuntansi.html

Senin, 31 Maret 2014

Kepemimpinan

A. Pengertian Kepemimpinan

         Kepemimpinan merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yaitu membuat orang lain menyelesaikan pekerjaan, mempertahankan semangat kerja dan memotivasi bawahan(Dessler, 1997). Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi prestasi suatu organisasi karena kepemimpinan merupakan aktivitas yang utama dimana tujuan organisasi dapat dicapai. Adapun beberapa definisi kepemimpinan menurut beberapa para ahli:

     Kepemimpinan menurut Yulk (1998) yaitu sebagai proses mempengaruhi, yaitu mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa bagi para pengikut, pilihan dari sasaran bagi kelompok atauorganisasi, pengorganisasian dari aktivitas-aktivitas kerja untuk mencapai sasaran, pemeliharaan hubungan kerjasama dan team work, serta perolehan dukungan dan kerjasama dari orang-orang yang berada di luar kelompok atau organisasi.

         Menurut Davis dan Newstrom dalam Soetjipto (2002) kepemimpinan adalah proses mendorong dan membantu orang lain untuk bekerja dengan antusias mencapai tujuan. Menurut Siagian (2004) kepemimpinan adalah kemampuan seseoranguntuk mempengaruhi orang lain sedemikian rupa sehingga orang lain mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal itu tidak disenanginya.

       Sama halnya dengan Hasibuan (2005) kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.

      French dan Raven dalam Gibson, et al., 1997 menyatakan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh pemimpin dapat bersumber dari :

1.      Reward power
yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan dan sumber daya untuk memberikan penghargaan kepada bawahan yang mengikutiarahan-arahan pemimpinnya.

2.      Coercive power
yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan memberikan hukuman bagi bawahan yang tidak mengikuti arahan-arahan pemimpinnya.

3.       Legitimate power
yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai hak untuk menggunakan pengaruh danotoritas yang dimilikinya.

4.      Referent power
yang didasarkan atas identifikasi (pengenalan) bawahan terhadap sosok pemimpin. Para pemimpin dapat menggunakan pengaruhnya karena karakteristik pribadi, reputasiatau karismanya.

5.      Expert power
yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin adalah seseorang yang memiliki kompetensi dan mempunyai keahlian dalam bidangnya. Para pemimpin dapat menggunakan bentuk-bentuk kekuasaan atau kekuatan yang berbeda untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagaisituasi.

B. Tipe-tipe Kepemimpinan

Dalam tipe-tipe kepemimpinan terdapat 6 macam tipe, yaitu:
1. Tipe Otokratis
    Ciri-cirinya antara lain:
  • Mengandalkan kepada kekuatan/ kekuasaan.
  • Menganggap dirinya paling berkuasa.
  • Keras dalam mempertahankan prinsip.
  • Jauh dari para bahawan.
  • Perintah diberikan secara paksa.
2. Tipe Laissez Faire
    Ciri-ciri antara lain:
  • Memberi kebebasan kepada para bawahan.
  • Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan.
  • Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan.
  • Tidak mempunyai wibawa.
  • Tidak ada koordinasi dan pengawan yang baik.
3. Tipe Paternalistik
    Ciri-ciri antara lain:
  • Pemimpin bertindak sebagai bapak.
  • Memperlakuakn bawahan sebagai orang yang belum dewasa.
  • Selalu memberikan perlindungan.
  • Keputusan ada ditangan pemimpin.
4. Tipe Militerlistik
    Ciri-ciri antara lain:
  • Dalam komunikasi menggunakan saluran formal.
  • Menggunakan sistem komando/ perintah.
  • Segala sesuatu bersifat formal.
  • Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku.
5. Tipe Demokratis
    Ciri-ciri antara lain:
  • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi.
  • Bersifat terbuka.
  • Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-ide baru.
  • Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat.
  • Menghargai potensi individu.
6. Tipe Open Leadership
    Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis, Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan, dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.

C. Teori-teori Kepemimpinan

Menurut Gitosudarmo dan Sudito (2000) Teori kepemimpinan dapat dibedakan menjadi empat yaitu :

1. Teori Sifat
   Para peneliti mencoba menemukan karakteristik-karakteristik individu yang membedakan pemimpin yang berhasil dan pemimpin yang gagal. Peneliti mencoba mengaitkan karakteristik-karakteristik seperti kepribadian, emosional, fisik intelektual, dan karakteristik lainnya. Teori-teori yang mencari karakter kepribadian, sosial, fisik, atau intelektual yang membedakan pemimpin dari bukan pemimpin (Robbins, 1997).

2. Teori Perilaku
    Teori ini timbul sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap teori sifat tentang kepemimpinan. Maka peneliti memusatkan perhatiannya pada perilaku pemimpin tentang apa yang akandilakukan pemimpin dan bagaimana cara melakukannya. Keberhasilan dari pemimpin tergantung pada gaya kepemimpinan yang akan diterapkannya. Menurut Robbins(1997) teori perilaku adalah teori-teori yang mengemukakan bahwa perilaku spesifik yang membedakan pemimpin dari bukan pemimpin.

3. Teori Situasional 
   Efektivitas dari pemimpin tidak hanya ditentukan oleh gaya kepemimpinan tetapi juga ditentukan oleh situasi yang ada dalam kepemimpinan tersebut. Faktor situasional meliputikarakteristik dari pimpinan dan bawahan, sifat dari tugas, struktur kelompok dan jenis dari penguatan. Menurut Stoner dan Freeman (1996) bahwa pendekatan kepemimpinan yang menguraikan bagaimana pemimpin harus menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka sebagai respon pada keinginan untuk berhasil dalam pekerjaan, pengalaman, kemampuan dan kemauan dari bawahan mereka yang terus berubah.

4. Teori Atribusi
   Pemimpin pada dasarnya adalah pengolah informasi. Dengan demikian pemimpin akan mencari informasi tentang sesuatu hal yang terjadi dan berusaha mencari penyebabnya yang akan dipergunakan sebagai pedoman perilaku pemimpin. Robbins(1997) mengemukakan bahwa kepemimpinan semata-mata suatu atribusi yang dibuat orang bagi individu-individu lain.